I'm Sorry Laras
Tanpa sepatah kata lagi, ia melangkah keluar, pintu tertutup dengan bunyi pelan yang terasa seperti palu menghantam hati Laras.
Ruang tamu kembali sunyi, hanya suara gemerisik angin malam yang menyelinap melalui celah jendela. Laras terduduk, tubuhnya lemas seolah tulang-tulangnya telah mencair. Ratna dan Raka saling berpandangan, senyum kemenangan mereka bersinar dalam kegelapan, penuh kepuasan yang tak tersembunyi. Ratna melangkah mendekat, menunduk hingga wajahnya hanya beberapa inci dari Laras yang masih terpuruk di lantai. “Laras, Laras…” ucapnya dengan nada manis yang dipenuhi racun, “akhirnya Damar membencimu juga. Jadi sahaku selama ini tak sia-sia.”
Bab Populer