Desahan di Kamar Pembantu
"Kamu sudah banyak janji. Waktu kita belum nikahn dulu, kamu janji nggak akan tinggalin aku. Tapi kenyataannya? Apa? Dan waktu kita ketemu lagi, kamu janji nggak akan buat aku kecewa lagi. Tapi kenyataannya? Kamu lebih sibuk sama kerjaan sampai-sampai lupa kalau kamu punya istri dan anak. Sekarang kamu janji lagi?"
Bara terdiam. Setiap kata Indira adalah pisau yang menusuk tepat di ulu hatinya.
"Janji Mas hanya angin lalu, Mas. Kedengerannya manis, tapi pas Mas pegang, nggak ada isinya."
"Tapi Ra —"