(Bukan) Selingkuhan Biasa
Pintu lift terbuka, memperlihatkan lorong panjang yang dilapisi karpet tebal berwarna merah tua dengan lampu-lampu dinding yang temaram, memancarkan kesan sunyi sekaligus eksklusif.
Langkah kaki Angel berderak samar saat dia keluar dari lift, diikuti oleh Lexi yang melangkah tanpa suara.
Mereka menyusuri lorong, melewati pintu-pintu kayu kokoh dengan nomor keemasan, hingga akhirnya mata tajam Lexi menangkap deretan angka yang mereka cari di ujung koridor.
Angel menghentikan langkahnya tepat dua jengkal di depan pintu tersebut. Dadanya naik-turun dengan tidak teratur, napasnya memburu.
ตอนยอดนิยม