Rahim Dua Ratus Juta
Sedangkan ibu Anita, wanita itu seolah benar-benar sudah tidak menganggap dirinya sebagai anak kandung.
Lamunan Angelica buyar mendengar suara dering handphone. Tubuhnya yang lemah, berusaha bangkit dari tempat tidur, meraih handphone yang tergeletak di atas meja rias. Kedua mata Angelica memicing melihat nomor baru yang tertera di layar ponsel. Dia sedang enggan mengangkat telepon dari nomor yang tak dikenal. Ia abaikan, letakkan kembali di atas meja rias. Tak berselang lama, terdengar notifikasi pesan singkat.
[Angelica, ini aku Andre. Maaf, aku baru menghubungimu. Tolong angkat teleponku, Sayang]