TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA
Dia kembali"
Ngomong-ngomong, mata Lina lembab, seolah mengingat adegan perpisahan saat itu, matanya penuh kesedihan dan keengganan.
"Untuk melindungi ibu dan kamu agar tidak hidup dalam pengejaran, dia mengucapkan selamat tinggal padaku."
"Sebelum pergi, dia menyuruhku merawatmu dan membesarkanmu dengan baik"
"Kemudian, dia dengan tegas kembali ke ibu kota."
"Aku tidak tahu, apakah dia pergi bernegosiasi dengan tujuh keluarga Utama di lbu Kota, atau pergi melawan orang-orang itu dengan putus asa. Singkatnya, dia tidak pernah kembali."