TULPA
Kelam terdiam sejenak, Terngiang ucapan Sang Mimpi sebelum wanita cantik murah senyum itu membantunya hingga sampai di sini.
"Kau akan melawan saudari dengan apa, Kelam? Dia sangat licik, bahkan dia sering mengganggu tugasku dalam memberi mimpi terhadap manusia." Sang Mimpi mengembuskan napas panjang. "Manusia yang terlalu lemah akan mudah terjerat dengan keindahan ilusi yang dia berikan, membuat mereka para manusia yang terlanjur nyaman dengan keindahan yang ditawarkan memilih menetap enggan kembali bangun."
Sang Mimpi tersenyum masam. "Bagiku masih beruntung bagi mereka yang berhasil terbangun walau kewarasan mereka yang menjadi taruhannya," sambungnya.
Bab Populer