Gue masih ngakak tiap ingat betapa absurdnya premisnya: bayi iblis yang jadi pusat semua kekacauan di sekolah. Nama resminya adalah Beelzebub IV — tapi kebanyakan orang di seri manggil dia Beel, Baby Beel, atau sekadar si bayi setan. Di 'Beelzebub' dia memang anak dari Raja Iblis, dikirim ke dunia manusia dan entah kenapa lekat banget sama Oga, yang akhirnya jadi semacam pengasuh paksa.
Waktu pertama nonton dan baca, yang menarik buatku bukan cuma namanya, melainkan bagaimana karakter si bayi dipakai buat bikin komedi fisik yang brutal. Meski tubuhnya anak kecil, aura iblisnya kadang nyala dan munculin kekuatan yang bikin ilmuku tentang genre shounen berubah sedikit — lucu tapi berbahaya. Aku suka detail kecil seperti pacifier dan ekspresi datar Beel yang kontras dengan aksi-aksi kejam di sekitarnya.
Kalau kamu kasual fans atau yang baru mau cek, cukup ingat: Beelzebub IV = Baby Beel = si bayi yang bikin onar. Nama itu simpel, tapi perannya di cerita justru kompleks karena hubungan yang nggak biasa antara dia dan Oga yang bikin seri ini jadi seru buat dinikmati berulang-ulang.