Menyelami lirik 'Idaman Hati' itu seperti membuka album kenangan lama yang berdebu. Lagu ini bercerita tentang kerinduan pada sosok yang pernah menjadi segalanya, tapi kini hanya tinggal bayangan. Rita Sugiarto menggambarkan bagaimana seseorang bisa tetap dianggap 'idaman' meski hubungan sudah usai. Ada nuansa pasrah yang dalam—seperti merelakan cinta pergi tapi mempertahankan kenangan indahnya di hati.
Yang menarik, liriknya tidak melulu sedih. Justru ada semacam keikhlasan menerima bahwa cinta tak harus dimiliki untuk dihargai. Metafora seperti 'bunga yang layu' dan 'pelangi setelah hujan' menunjukkan perjalanan emosi yang kompleks: dari sakit, penerimaan, hingga akhirnya bisa tersenyum mengenang.