LOGIN"Aku bisa jelasin, Lin!" seru Dean meraih tanganku yang segera ku balas dengan tamparan di pipi kiri kanannya keras. Suamiku menunduk sebelum menoleh aku menamparnya lagi di pipi kiri sekeras mungkin. Aku bergerak mundur dua langkah, tersenyum masam dan mengangguk lemah. "Silahkan dijelaskan! Karena aku tahu gimana rasanya nggak dikasih kesempatan untuk menjelaskan, dan jadi orang bersalah di saat bukan sepenuhnya salahku." Kalimat terakhir yang ku lontarkan berhasil membuat mas Dean terperanjat, wajahnya pias tersinggung. Pria itu menyugar rambutnya frustasi dengan enggan ia berkata, "Kamu keluarlah, Dera!" "Apa?! Nggak mau. Kamu tahu kan aku cuma pake lingerie minim di balik jubah pendek ini. Nggak! Orang-orang akan berpikir kalau aku wanita panggilan yang kabur!" "Itu, fakta 'kan?" sambarku sinis. "Apa lo bilang?" "Kamu memang wanita panggilan, jalang murahan yang berzina dengan suami orang, itu fakta 'kan?" sengit ku mengejek. "Apa! Sialan! Beraninya lo dasar istri mandul-" Bugghh!!! Prangg!! Semesta kembali mengkhianatinya dengan telak dan atas nama kesehatan jiwanya, Linar Mehra memilih untuk bercerai namun setelah itu ia baru menyadari jika dirinya tengah hamil di saat yang sama mantan suaminya sedang mempersiapkan pernikahan keduanya. Linar tak sudi kembali. Hingga semesta kembali mempertemukan mereka berdua dengan keadaan yang berbalik. Mantan suaminya yang menginginkannya kembali melakukan segala cara, Ya. keadaan telah berbalik arah.
View MoreSilahkan Mampir Cerita Lainnya, Peringatan Cerita 19+Genre Adult Romance, Kontrak dg CEO yg bergaya Cassanova. Alur dan permasalahannya lebih real dan relate kehidupan normal. BlurbJavas mengerang karena bergairah, semakin merengkuh tubuh Zehra pada tubuh tegapnya yang membuat pipi Zehra memerah karena ikut merasakannya, dengan mata berkilat Javas mengusap pipi Zehra. "Jadi dari mana aja kamu seharian ini?""Cuma di rumah, mengemas semua barang aku. Kamu ingat 'kan? Ini jadi hari terakhir-""Aku berubah pikiran, ayo kita bertunangan!" Zehra mendorong dada Javas pelan, "Maaf, aku nggak bisa karena kontrak kita udah selesai, benar 'kan?"Tentang dua manusia yang tak pernah bersilang jalan sebelumnya kini terus dipertemukan hingga memantik rasa penasaran Javas Wira Sastro yang sudah muak dengan hidupnya, mencoba bermain api hingga memanfaatkan Zehra Deris yang terhimpit masalah.Mereka setuju untuk terikat dan tanpa sadar saling terbakar. Namun terlalu banyak perbedaan, drama serta
Empat Tahun Kemudian “Elkan sudah berusia enam tahun, sudah agak telat buat punya adik, tapi kenapa masih belum?” pupil mata Tante Ambar membesar, dengan reaksi dramanya ia melanjutkan. “Apa kalian cuma berencana punya satu anak atau ada masalah dengan rahim kamu lagi, Lin?”Pertanyaan terakhir adalah yang paling sensasional terbukti semua mata tertuju pada Linar yang tengah menuangkan air ke dalam gelas kosong. Ia menyadarinya tapi tak cukup ada alasan untuk menghentikan gerakannya. Ia memang langsung haus saat Tante Ambar kembali kumat.“Ambar! Jaga ucapan kamu!” peringat Om Soepomo.“Aku cuma tanya, kita ini ‘kan keluarga. Wajar dong kalau saling terbuka lagipula lebih baik bertanya langsung dari pada ngomongin di belakang ‘kan?”“Memangnya Tante Ambar masih ngomongin aku di belakang, ya?” tanya Linar berpura-pura ingin tahu.Tante Ambar mengerjapkan matanya beberapa kali. Kemudian mengulas senyum sambil mengedikkan bahunya. “Kadang-kadang aja, kamu terlihat awet muda sih,”“Aku ‘k
"Dia pasti tahu itu, Roland pasti sudah cerita tentang itu ke dia." Linar bersedekap layaknya petugas biro interogasi, "Maryn tahu kamu sudah punya anak?" Dean menghela napasnya kasar. “Aku nggak tau, kami jarang ketika bertemu, ngobrol urusan pribadi seperti itu.” Linar memutuskan untuk tidak berhenti, ia mengikuti suaminya. "Lantas, mau apa dia menghubungi kamu selarut ini?" Dean memandang Linar lama, mencoba merangkai kata dengan penjelasan yang ia pilih. "Maryn memastikan aku hadir di pestanya Roland. Akan banyak yang datang dan mungkin akan menjadi acara semacam reuni." "Kamu memang pasti hadir 'kan? Secara dia sahabat kamu. Lagian acara pernikahannya masih dua minggu lagi, jadi kenapa dia harus memastikan kamu hadir sampai segitunya?" Dean terlihat frustrasi dengan enggan ia menambahkan. “Bukan acara pernikahannya tapi…semacam pesta lajang di tempat yang sudah di booking sama yang punya acara.” “Pesta lajang? Dimana?” “Di salah satu pulau Bali.” “Hah, pesta sendirian sek
Braaak! Dean memejamkan matanya, coba menahan keluhan lantaran pintu mobilnya yang baru saja dibanting oleh istrinya. Ia melirik pada Linar yang masih cemberut mengotak atik ponselnya.“Sebentar lagi jam sebelas, kita sekalian makan siang aja ya, jadi kamu pulang jam satu aja.” buka Dean sembari menjalani mobilnya keluar garasi.“Nggak bisa, ‘kan aku udah bilang aku nggak tega ninggalin Elkan terlalu lama.” balas Linar.“Makanya aku udah bilang tadi, bawa Elkan dan susternya sekalian.” bantah Dean santai namun dibalas delikkan oleh Linar.“Justru karena aku mikirin posisi kamu di kantor. Gimana kalau tantrumnya kambuh? Udah pasti mengganggu kesejahteraan kantor kamu.” ucap Linar sewot.Dean memejamkan matanya lelah. Tangannya mengusap wajahnya gusar. Dia mencoba mendekati Rere. “Aku minta maaf, ok. Berhenti ketus saat bicara sama aku, Lin.” Hening…Linar menyadari jika Dean sudah mulai tersinggung dan mengambil sikap tegas dan dinginnya.“Aku pikir kita udah baik-baik aja. Aku bena
122.“Aku nggak tau!” jawab Ista spontan.“Gimana bisa nggak tau? Tiga setengah jam yang lalu kamu yang bilang Linar dan bayi ku malah sengaja masuk kamar dan membiarkan kamu dan Mami gitu aja, ‘kan?!”“Iya bener, tapi setelah itu aku dikamar aja, lagian Mas yakin Linar bensr pergi? Semalam ini dan mem
“Anakmu selamat terus, kamu dan ibunya harus segera pulang Dean, sekarang!”“Aku akan mencoba mengasuh, mungkin beberapa jam ke depan baby sitternya akan datang.”“Kalian nggak bisa langsung datang bantu Mami?” “Aku harus ke kantor Mi. Banyak pekerjaan yang menumpuk.”“Gimana sama Linar? Dia akan seger
“Polisi?!”“Di depan ada dua orang yang mengaku sebagai polisi, mereka dapat melaporkan atas nama Raif Alam atas tuduhan penyerangan membabi buta di ruang publik. Dia mengaku dikecam oleh Dean dan sekarang melaporkan ke pihak berwajib. Dan mereka meminta keterangan di kantor mereka, Dean.”“Ok, gue ke
"Bagaimana kondisi istri saya, Dok? Saya suaminya." tanya Dean yang langsung menerobos kumpulan keluarganya berhenti tepat di depan sang dokter."Operasinya cukup lancar dan Nyonya berhasil melewati masa kritisnya, bayi dan ibunya selamat. Tapi si ibu masih belum sadarkan diri karena masih dalam peng


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore