Sayang, Izinkan Aku Selingkuh
"Dengar, Mal. Aku tahu rasanya mencintai seseorang yang tidak bisa kita miliki. Tapi kamu harus sadar, memaksakan diri hanya akan membuatmu semakin terluka. Jangan habiskan waktumu untuk seseorang yang tidak menghargai kehadiranmu. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik."
Kemala menunduk, tangannya meremas tisu di atas meja. Ada rasa pedih yang menggerogoti hatinya, tapi juga secuil kesadaran yang perlahan merayap ke dalam pikirannya.
"Aku hanya butuh waktu," ujarnya pelan.
Thomas mengangguk. "Ambillah waktu yang kamu butuhkan. Tapi jangan biarkan dirimu terjebak di tempat yang sama. Belajarlah untuk melepaskan."