Terjerat Takdir Tuan Saka
"Saya pikir kamu beda, Rum... Saya pikir... kamu orang yang benar-benar tulus dan ga akan ninggalin saya."
Arum menatapnya dari bawah, bibirnya bergetar, matanya tak berhenti mengeluarkan air mata. Ia ingin bicara, ingin menjelaskan, namun Saka tak memberinya waktu untuk bicara.
"Tapi ternyata kamu juga bisa bohong," lanjut Saka lirih, ada retakan dalam suaranya.
Arum menggelengkan kepalanya pelan, berusaha untuk bicara. "Saya ga—"