SUAMIKU KEKASIH IBUKU
ucapnya, berusaha bangkit.
Kanaya menahan bahu. “Tenang. Jangan bergerak.” Bibirnya mendekat, mengusap rahang, lalu berhenti. “Aku janji membuatmu ketagihan."
Jati memalingkan wajah. “Kanaya, aku minta..."
“Mas, kamu tenang,” Kanaya berbisik, napasnya cepat. “Kita nikmati semua ini."
Jati merasakan tarikan kuat. “Tidak,” katanya, suara serak. “Berhenti.” Jati menatap Kanaya nanar. "Apa kamu. Mainkan trik kotor itu lagi, Kanaya?"