Sugar Baby Dosen Tampan
Suaranya tercekat di tenggorokan, seperti enggan keluar karena takut membawa luka lebih dalam.
“I-iya, Tante…”
Hanya dua kata, tapi terasa seperti pengakuan panjang yang tak terucap.
Di seberang sana, suara itu kembali mengalun, membawa harapan tentang Samuel, tentang kesembuhan, tentang doa-doa yang tak pernah putus. Setiap kata yang keluar seperti benang halus yang menjerat hati Febi—pelan, namun pasti.
Dan Febi… hanya bisa diam di antara jeda-jeda suara itu.