Miss Montok
Sambil tetap melihat ke arah depan, dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke setir, mengikuti irama lagu.
“Lagunya asyik,” ujarku, mencoba memecah keheningan.
“Iya, aku suka lagu ini. Ini lagu kenanganku dengan seseorang.”
Seperti terhempas ke bumi, sesudah barusan melayang-layang di langit. “Oh gitu, ya?”
“Ya,” jawabnya singkat.
Aku kira dia tidak akan melanjutkan pembicaraan. Jadi aku diam saja. Lampu lalu lintas berubah jadi hijau. Mobil melaju menembus lalu lintas sore.
Hot Chapters