Ada sesuatu yang magis tentang cara lirik ini menggambarkan intensitas sebuah pandangan. Bayangkan seseorang yang memandang dengan begitu dalam, sampai rasanya seperti anak panah yang melesat tepat ke jantung. Ini bukan sekadar metafora romantis biasa—ini tentang kekuatan emosi yang bisa ditransmisikan lewat tatapan. Dalam budaya kita, panah sering dikaitkan dengan Cupid, dewa cinta, yang menembakkan panah untuk membuat orang jatuh cinta. Tapi di sini, panahnya bukan dari mitos, melainkan dari kenyataan sehari-hari: tatapan mata yang bisa membuat jantung berdegup kencang.
Di sisi lain, busur panah juga butuh tenaga untuk ditarik sebelum dilepaskan. Begitu pula dengan tatapan—butuh keberanian untuk menatap lama, untuk 'melepaskan' perasaan lewat mata. Lirik ini mengingatkanku pada adegan-adegan film bisu jaman dulu, di mana aktris seperti Lillian Gish bisa bercerita hanya dengan matanya. Mungkin penyair lagu ini terinspirasi dari kekuatan visual semacam itu.