Kukira Istri Keempat Ternyata aku Istri Pertama Suamiku
Sekalipun bola matanya melotot, dia tak membentak, menampar atau menyiram balik tubuh wanita itu dengan segelas air minum yang tersisa, melainkan ia menarik tangan wanita itu untuk menjauh dari hadapanku, membiarkan aku sendirian memeluk tubuh diselimuti tatapan miring orang-orang sekitar termasuk para karyawan restoran.
Jujur aku kecewa, mengapa disaat seperti ini sikap mas Azka malah tidak tegas, sebagai perempuan yang menyandang status istrinya yang sah, apakah salah jika aku ingin dibela?
Jika alasan mas Azka adalah tidak ingin memperkeruh suasana karena kesalahpahaman ini terjadi didepan umum, atau karena ia tidak ingin melawan wanita. Justru karena itulah dia harus tegas, mengapa tida