Rumah Tengah Hutan
Dimana dia menangis, itulah matimu
Dimana dia terbaring, kau bukan siapa-siapa
Dia menangis, kau tertawa
Dia menangis, kau berdusta
Dia menderita, kau bahagia
Dia bahagia, kau penuh cita
Inilah hidup kita, hidup dia
Dia hidup karena ingin hidup kita
Dia makan, karena kitalah akan makan
Sejak sore tadi, ibu mengerang
Merasakan sakit tidak terkira
Bahkan, jiwaku lemas melihatnya
Aku menangis, dia tambah menangis
Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum
Bahagiaku, ternyata bahagianya
Aku tidak menyangka, mataku untuknya
Betapa tidak mungkin aku menginjak
Semata hidup hanya untuknya
Ibuku, berjalan dari gunung satu
Mengunjungi gunung selanjutnya
Hot Chapters