Istri Pilihan Mama
"Tantri, pernahkah bibi memintamu untuk bekerja? Bibi malah mau kamu fokus kejar cita-citamu. Bibi mau kamu jadi orang sukses kalau kamu pintar. Dan langkah satu-satunya kamu pintar adalah kuliah. Kejar pendidikanmu dulu, jangan pikirkan bibi! Bibi sayang banget sama kamu, Tantri!
Tolong jangan pernah berkata seperti itu lagi pada bibi! Bibi tidak mau kamu menganggap dirimu adalah beban bagi bibi. Kamu itu mutiara hatiku, Tantri. Meski bukan aku yang melahirkanmu, tapi sejak kehadiranmu di sini, kamu adalah segalanya bagi bibi." Yusti tak bisa lagi menahan laju air matanya yang menganak sungai.
Tantri yang mendengarnya dengan ketajaman sepasang telinganya kini semakin mengeratkan kedua tanga