Yang Terpilih
Dia mendongak, “Noh … di sono, Neng, banyak. Di mari kagak ade, terus jalan ke sono. Entar neng liat dari rumah cat ijo, mulai dari sono, coba noh tanyain. Jam segini Si Engkong ada di rumah noh.”
Aku mengucapkan terimakasih dan dia kembali ke aktivisitasnya semula. Pemburu kutu, sama saja dengan di Madura, itu membuatku tersenyum sendiri.
Hanya beberapa meter, sebuah rumah dua lantai terbuat dari triplek bercat hijau tertangkap mata. Aku mengetuk pintu rumah itu, yang keluar seorang kakek, berkaos singlet dan berkain sarung.