Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
A Wish

A Wish

Violet memesan sebuah caramel macchiato yang segera dibuat oleh si barista. Sambil menunggu minumannya selesai, Violet melihat-lihat café tersebut. Sepertinya banyak sejarah café ini. Terbukti dari dinding yang penuh dengan coretan-coretan tangan para manusia. Bahkan ada beberapa foto café ini dengan warna hitam putih, menandakan bahwa café sudah lama berdiri. "Ini pesanannya, mbak." Violet langsung mengambil minumannya dan mencari tempat duduk yang dirasanya pas.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai lukisan dinding cafe hitam putih simple
Baca
+Pustaka
Berbagi Luka

Berbagi Luka

Sara sedikit berjinjit untuk melihat sisi dalam ruangan menyerupai cafe, yang kata kakak pemandu adalah lab bagi para mahasiswa program studi pariwisata. Mari kita sebut saja kalau itu memang merupakan cafe sungguhan, bukan lab. Jadi, dalam cafe tersebut disusun kursi-kursi dan meja-meja kayu yang kemudian menimbulkan kesan tenang. Lalu, dindingnya berwarna kuning dengan hiasan beberapa stiker hitam dengan motifnya masing-masing. Lampu dalam cafe tersebut pun terkesan begitu menambah kesan ketenangan di dalamnya. Itu merupakan sebuah bohlam dengan cahayanya yang jingga redup. Entah baterainya yang sudah mau habis, atau memang modelnya seperti itu, yang jelas semuanya jadi terlihat sangat ten
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai lukisan dinding cafe hitam putih simple
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Warna putih, hitam, dan cokelat kayu mendominasi dinding kafe yang makin cantik dengan lampu-lampu hias antik yang menerangi halaman luar dan teras kafe malam itu. Ketegangan Senja tiba-tiba mencair saat Sabda membukakan pintu untuknya dan mengulurkan tangan dan hendak membimbingnya turun. Ada senyum terukir di bibir pria berahang kokoh itu. Senja buru-buru menyambut tangan suaminya, turun, dan membiarkan jemarinya dalam genggaman Sabda ketika berjalan masuk di area kafe. Hawa dingin menyambut mereka. "Selamat malam, Bos!" Seorang laki-laki muda menyambut di dekat pintu masuk dan tersenyum ramah pada keduanya.
10402.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai lukisan dinding cafe hitam putih simple
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Baca Semua Ulasan
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Para pebisnis bergegas untuk menghadiri rapat, para turis yang mengambil foto selfie dan pemandangan, beberapa pasangan yang berjalan sambil bergandengan tangan . Aku berkeliling tanpa tujuan sampai akhirnya sebuah kafe kecil menarik perhatianku. Cahaya hangat bersinar dari dalam jendela-jendela kafe itu, dan entah mengapa, kata "Kafe Bija Kuprum" yang dilukis dengan tangan seolah menarikku masuk. Di dalam, dinding bata dan lampu tembaga menciptakan nuansa industrial yang tetap nyaman. Kursi-kursi kulit yang telah usang terasa nyaman dan lukisan lokal menempel indah pada dinding.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai lukisan dinding cafe hitam putih simple
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status