Godaan Ibu Kos Cantik
Wanita itu menurut, memakai jaket yang disodorkan Dimas sementara Dimas beranjak duduk di pinggir kasur.
“Nanti kubelikan handphone baru. Sekalian semua pakaian yang kamu butuhkan. Baju sehari-hari, baju ke luar rumah, baju hangat buat kalau dingin, dan terutama ….” Dimas menahan napas, matanya melirik Karina tajam. “ … Pakaian dalam.” Sungguh, hal yang Dimas sebutkan terakhir itu sungguh sangat vital dan berdampak besar bagi ketenangan batinnya.
Karina tampak menunduk, melipat bibirnya ke dalam mulut, keningnya mengernyit seolah berusaha menunjukan penolakan. Tetapi melihat situasinya sendiri, mungkin dia juga tak bisa menolak.