Sang Legenda dari Masa Lalu
“Setelah Euphorbia tewas, datang satu waktu dimana aku tak berdaya. Pikiran gelap seakan melayang di langit, kemampuan yang dimiliki tidaklah mempan. Kekuatan yang dikuasai tidak berguna, tingkat Sat yang dibanggakan seakan tak berguna. Di ujung kekecewaan karena tak berdaya, kekuatan di kerahkan di bagian otak yang tersisa. Nata, Dewi yang kau banggakan ternyata tidak kuat melawannya.”
“Syair ini cuma sekedar pengobat rindu, penutup masa yang penuh cobaan. Nata, maaf. Aku akan meninggalkan keturunan, siapa tahu nanti ada yang sama. Satu yang pasti, dalam hatiku cuma hanya ada kamu seorang,” tutur Nata mengartikan setiap bait itu dengan bahasa yang paling mendekati artinya, matanya tampak na
Hot Chapters