Janji Setia
“Aku ragu dengan jawabanmu, batasan antara benci dan cinta itu tipis, loh, Nuwa. Awas, ya, kalau kalian jadian di suatu hari.”
“Tidak akan pernah. Aku janji, kalau kejadian aku akan belajar makan pakai tangan.”
“Ah, tak asyik nazarmu terlalu ringan,” ledek Anjali.
“Kau mau aku angkat gunung, gitu?”
“Angkat Syeikh, coba, kau, kan, kuat kayak gorilla.”
“Mending aku angkat gorilla daripada dia.” Nuwa sudah selesai mengerjakan bagiannya dan dia membuat jimat vampir karena iseng. Tiga temannya tiba-tiba diam, kecuali Nuwa yang terus saja mengoceh.
Sikat na Kabanata