DENDAM
Kemudian menepuk pelan wajah Mamang, agar ia segera bangun.
Namun mamang tetap saja tidak bangun, aku bahkan setengah berteriak membangunkannya.
Entah kenapa, begitu banyak masalah yang aku hadapi, paska kematian Alena. Secarik kertas tergeletak di atas mejanya, tempat Mamang meletakkan minuman dan makanannya.
"Ini baru awal, tenang saja, aku masih menikmati ketakutan demi ketakutan kalian."