Dirty Office
Gairah kemenangan yang baru saja ia rasakan seketika berubah menjadi hawa dingin yang menusuk.
Keenan menangkup wajah Aruna, mencium bibirnya singkat untuk menenangkan. "Dia tidak akan jauh, Sayang. Aku akan mencarinya sampai ke lubang cacing sekalipun."
Tiba-tiba, ponsel milik Marcellus yang terjatuh di lantai bergetar. Sebuah pesan masuk muncul di layar yang retak.