Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Cinta lama Yohan baru saja bercerai. Malam itu, Yohan melemparkan surat cerai yang ke-99 padaku. "Chika lagi patah hati, dia belum bisa bangkit dari kesedihan. Aku harus menjaganya." Anak laki-lakiku yang berumur tujuh tahun juga ikut menasihati. "Kamu cepat pergi saja, biar Tante Chika pindah ke sini. Rumah kita nggak butuh pembantu seperti kamu." Ayah dan anak itu yakin aku akan marah-marah, menangis, dan memohon supaya mereka tidak mengusirku. Tapi kenyataannya, aku hanya mengangguk pelan. Lalu diam-diam menandatangani surat cerai itu. Sepuluh tahun kemudian, anakku diwawancarai sebagai peraih nilai tertinggi ujian nasional. Wartawan bertanya padanya, "Nak, apa yang membuatmu tetap semangat belajar selama ini?" Dia terdiam sejenak, matanya memerah di depan semua orang. "Karena aku ingin bilang ke Ibu, aku sudah dewasa sekarang. Bisa nggak Ibu pulang? Jangan tinggalkan aku lagi."
Short Story · Romansa
4.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Keributan pecah di rumah sakit. Keluarga pasien mengamuk, pisau terhunus dan diayunkan membabi buta. Refleks, aku mendorong suamiku, Elvano Wiratama, agar selamat. Namun, bukannya menghindar, dia justru menarik tanganku, menjadikanku tameng hidup demi melindungi adik juniornya. Pisau itu menembus perutku. Dan seketika… bayi kecilku yang baru saja terbentuk, hilang untuk selamanya. Saat para rekan dokter histeris berusaha membawaku ke ICU, suamiku malah menarik tubuhku jatuh dari brankar. Wajahnya dingin tanpa rasa iba. “Selamatkan dulu juniorku!” bentaknya bengis. “Kalau dia sampai celaka, kalian semua…akan kupecat!” Suasana membeku. Semua mata terbelalak, kaget sekaligus marah. “Elvano, kamu sudah gila! Lihat dia… dia cuma lecet sedikit, sementara istrimu… dia sekarat!” Aku menahan darah yang terus mengalir dari perutku. Aku mengangguk pasrah. “Nggak apa-apa… lakukan saja… begitu,” ucapku lirih, nafasku berat. Elvano, setelah utang ini terbayar, aku tak lagi berutang apa pun padamu.
Short Story · Romansa
6.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Suami Dalam Kontrak Pernikahan

Suami Dalam Kontrak Pernikahan

deaubepine
“Udah ya jangan nangis. Liat ni dah ada tanda tangan Mas di sini.” Seorang remaja laki-laki sedang mengusap pipi basah anak perempuan. Di tangan gadis itu ia memegang selembar kertas yang terkena tetesan air matanya. Dia menatap kertas di tangan laki-laki di depannya setelah tangisnya mereda. Mukanya memerah dan sekejap ekspresinya tergantikan oleh bahagia dan malu yang tercampur. “Kata Papah ini bukti kontrak kita berdua, jadi Mas Yan harus nepatin!” Laki-laki itu tersenyum mendengar penuturan bocah perempuan berumur lima tahun itu. Ia pun mengangguk yang membuat gadis kecil berumur lima tahun itu bersorak gembira. Setelah kejadian itu mereka berpisah dan tak pernah bertemu. Selama bertahun-tahun itu si bocah perempuan itu telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan ia telah melupakan kejadian tersebut. Hingga datanglah seorang laki-laki melamarnya. Apakah dia akan menikah dengan laki-laki lain dan melupakan janjinya?
Romansa
101.2K viewsOngoing
Read
Add to library
Kembalinya Mantan Istri Suamiku

Kembalinya Mantan Istri Suamiku

Bos besar dunia bisnis bercerai dan membesarkan anak sendiri. Aku pun buru-buru menikah lagi dengannya. Selama lima tahun menikah, aku berhenti dari pekerjaanku dan sepenuhnya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga yang baik sekaligus istri yang setia. Sampai mantan istri Neil tiba-tiba bersiap untuk kembali ke negara ini. Malam itu juga, putra Neil yang berusia lima tahun, melempar semua barang-barangku dari kamar utama ke kamar tamu. "Kamu cuma ibu tiri! Kamu nggak boleh tidur sama ayahku! Aku nggak mau ibuku sedih! Kamu harus keluar dari rumah kami!" Para pembantu tertawa mengejek, sementara Neil hanya mengangkat alis dan menasihatiku dengan enteng. "Anak berpihak ke ibu kandungnya itu wajar. Jangan terlalu dipikirin. Sekarang yang jadi istriku 'kan kamu." Aku hanya mengangguk patuh dan mulai membereskan koperku yang berantakan dengan tenang. Tengah malam, Neil mencoba naik ke tempat tidurku. Aku menolaknya. "Perjanjian pernikahan kita tinggal dua hari lagi. Dua hari lagi, kita cerai."
Short Story · Romansa
5.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Suamiku, sang CEO, selalu mengira aku ini perempuan matre. Setiap kali pergi menemani cinta pertama yang depresinya kambuh, dia akan membelikanku satu tas Hermes edisi terbatas. Setengah tahun kami menikah, ruang wardrobe penuh sesak dengan tas-tas mahal. Sampai ketika tas yang ke-sembilan puluh sembilan kuterima, dia menyadari perubahan sikapku yang tiba-tiba. Aku tak lagi menangis histeris setiap kali dia pergi menemani wanita itu. Aku tak lagi menerjang hujan badai hanya karena satu kalimat, “Aku ingin bertemu denganmu.” Yang kupinta darinya hanyalah sebuah jimat pelindung untuk anak kami yang belum lahir. Saat kata “anak” terucap dari bibirku, tatapan Andika Kesuma sedikit melunak. “Kalau kondisi Olivia sudah membaik, aku temani kamu periksa kehamilan ke rumah sakit.” Aku hanya mengangguk dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari lalu… aku sudah kehilangan anak itu. Ya, aku keguguran. Antara aku dan dia kini… hanya tersisa selembar surat cerai yang menunggu untuk ditandatangani.
Short Story · Romansa
10.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Andai Cinta Datang Lebih Awal

Andai Cinta Datang Lebih Awal

Saat longsor salju di arena ski, aku didorong ke bawah oleh adik sepupuku sendiri, Julia Luandi.Kekasihku, Billy Juman, menggendong adik sepupuku, lalu membalikkan tubuhnya berjalan pergi begitu saja. Dia bahkan lupa bahwa masih ada aku yang terkubur di dasar salju, meninggalkanku sendirian selama tujuh hari di lembah. Saat mereka menemukanku, Billy berkata dengan emosi, “Seharusnya kamu bersyukur kedua lengan Lia baik-baik saja. Kalau nggak, kamu mesti mati di gunung salju ini untuk menebus kesalahanmu!” “Pernikahan pada seminggu kemudian dibatalkan. Kapan kamu menyadari kesalahanmu, kapan kita adakan pernikahan kita.” Tadinya Billy mengira aku akan menangis dan merengek lantaran tidak menyetujuinya. Namun, aku hanya mengangguk dengan perlahan. “Oke.” Billy tidak tahu aku telah melakukan sebuah transaksi dengan Dewa Bulan. Enam hari kemudian, aku akan menukarkan barang paling berharga bagiku, yaitu cinta dan ingatanku terhadap Billy. Mulai saat ini, aku akan melupakan semua tentang Billy, lalu memulai hidup di tempat baru. Menikah sudah tidak penting bagiku. Siena yang mencintainya itu sudah meninggal di dalam gunung salju.
Short Story · Romansa
2.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Unperfect Marriage

Unperfect Marriage

bigelbul
“Kenapa?” tanya Bigel saat Hasbi memilih tidak bersuara lagi, tapi fokusnya selalu pada leher Bigel. “Apa yang Mas lihat?” Hasbi menundukkan kepalanya dan seraya mendekat hingga membuat batasan tipis antara wajahnya dan juga wajah Bigel. “Aku, rindu ini.” Bigel tidak dapat berkutik untuk sesaat, tapi sekaligus jantungnya berdebar tidak karuan. Menurutnya, bukankah ini kesempatan agar Hasbi semakin terikat padanya? Cup! Bigel mencium bibir Hasbi lebih dulu, sekilas untuk membuat adrenalin pria itu semakin menggebu-gebu memakan Bigel. “Bigel.” “Jika lebih dari ini, kau mungkin tidak jadi ke kantor lagi.” “Tidak masalah,” sungutnya dengan napas turun naik menerpa permukaan wajah Bigel. “Yakin? Bagaimana jika aku menginginkanmu untuk diriku sendiri setelah ini?” *** Hasbi memejamkan matanya sebentar, laru menatap lembut pada Irasya. “Pulanglah, kepalaku sedang pusing untuk mencerna semuanya. Kita bicarakan nanti saja. Ada yang lebih penting untuk aku urus saat ini.” Ketika Hasbi hendak berbalik, Irasya menahan lengannya lagi dengan kuat. “I-itu Bigel, kan? S-sesuatu yang penting?” Tanpa ragu, Hasbi mengangguk sebagai jawaban. “A-aku hamil, anakmu, Hasbi.”
Rumah Tangga
1.2K viewsOngoing
Read
Add to library
Akibat Numpang di Rumah Mertua

Akibat Numpang di Rumah Mertua

Nuniek KR
"Sudah untung kukasih numpang gratis di rumahku, udah seharusnya duit listrik, PAM, sama belanja kebutuhan rumah kamu yang bayar!" Teriak Halimah. Rianti mengangguk lesu, dia terpaksa mengiyakan kemauan sang mertua. Hidup sebagai menantu yang tak diinginkan, membuat Rianti diperlakukan semena-mena. Menjadi tulang punggung keluarga karena Toni sang suami yang mantan napi, hanya tahu mabuk-mabukan dan main judi. Halimah sang mertua, mata duitan dan pelit. Sementara Tina sang adik ipar, gadis manja yang hedon dan genit serta suka mengadu domba. "Hamil? Singkirkan janin itu! Aku enggak mau punya anak!" "Ckk ckk, paling juga keguguran.. emaknya kurus kering begitu." "Haha, kakakku enggak mau nyentuh kamu Rianti. Apa bener itu anak kakakku, hah?!" Kepedihan Rianti makin menjadi, kesabarannya diuji hingga ke puncaknya. Rianti pun memutuskan untuk mengubah nasibnya, dia harus membungkam mulut suami dan keluarganya dengan kesuksesan! Rencana balas dendam Rianti tak berujung, dia ingin tunjukkan bahwa Toni dan keluarganya telah berurusan dengan orang yang salah!
Rumah Tangga
1.6K viewsOngoing
Read
Add to library
Rahasia Suami Terbongkar di Meja Pendaftaran

Rahasia Suami Terbongkar di Meja Pendaftaran

Agar anakku, Edy Sudrian bisa masuk sekolah internasional yang terunggul, aku sudah mempersiapkan semua berkas selama setahun. Di hari terakhir pengecekan berkas masuk sekolah, semua berkas sudah disiapkan kecuali akta nikahku bersama suamiku, Eric Sudrian. Namun, begitu tiba di ruang pendaftaran, Eric justru menuduhku karena bertindak sepihak. Saat aku hendak membela diri, staf sekolah berkata dengan wajah aneh, "Nyonya Anida Kusuma, sistem mencatat bahwa pasangan sah Tuan Eric bukan Anda." Dalam seketika, aku langsung terdiam. Darah dalam tubuhku seakan membeku. Sebelum aku sadar kembali, Viona Hakana yang berdiri diam di belakang Eric langsung menyerahkan akta nikahnya. Usai memeriksa, staf sekolah pun mengangguk sambil berbicara, "Pak Eric dan Bu Viona telah menikah di bulan Juni empat tahun lalu, sehingga bisa diproses sekarang." Di bulan Juni empat tahun yang lalu. Hari itu adalah hari pertunanganku bersama Eric. Eric menggenggam tanganku di depan para tamu, kemudian bersumpah bahwa aku adalah satu-satunya cinta sejatinya. Namun, kalimat itu ternyata menipuku selama tujuh tahun.
Short Story · Romansa
5.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

Di hari mencoba gaun pengantin, Levi sekali lagi menunda hari pernikahan kami. Alasannya adalah adik angkatnya baru saja putus cinta dengan pacarnya. "Neina baru saja putus, dia sedang butuh penghiburan. Pernikahan kita hanya akan membuatnya semakin sedih." Aku mengangguk setuju dan menanggalkan gaun pengantin itu dalam diam. Demi adik angkat yang dia besarkan sendiri itu, Levi sudah berulang kali menunda pernikahan kami. Pertama kali, adik angkatnya bertanya dengan air mata berlinang, "Kak, kalau kamu menikah dengannya, apa kamu nggak akan mau punya adik sepertiku lagi?" Hati Levi luluh. Dia bersumpah akan menunggu hingga adiknya lulus kuliah baru akan menikah. Kedua kalinya, saat sang adik sudah lulus kuliah. Dia kabur dari rumah dan meninggalkan sepucuk surat perpisahan. [Kak, aku nggak sanggup berpisah denganmu.] Levi berjanji, dia baru akan menikah setelah adiknya menemukan pasangan yang sesuai. Tahun demi tahun berlalu, penantianku menjadikanku bahan tertawaan di lingkaran pergaulan kami. Kali ini, aku tidak ingin menunggu lagi. Aku mengirimkan pesan singkat kepada Levi. [Ayo kita putus. Semoga kamu dan adik kecilmu itu hidup bahagia selamanya.]
Short Story · Romansa
2.0K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status