Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pijat Yuk, Mas!

Pijat Yuk, Mas!

Dua Sahabat, Satu Takdir Kelam, dan Harga Sebuah Kehormatan. Mirah dan Nani adalah bunga desa Sukamaju yang mempesona, namun kemolekan tubuh mereka justru menjadi kutukan di tengah kemiskinan yang mencekik. Saat ijazah SMK tak mampu membeli napas untuk sang Ayah yang sekarat, Mirah terpojok dalam pilihan mustahil: mempertahankan kesuciannya atau menjualnya seharga dua puluh lima juta rupiah demi biaya operasi. Di Jakarta, kota yang tidak mengenal belas kasihan, mereka terjebak dalam gemerlap ruko lantai tiga Gading Resto hingga mewahnya Elegance Spa. Nani memilih berkhianat pada rasa malu demi tumpukan dollar, bertransformasi menjadi terapis binal kesayangan Agam—sang penguasa bisnis spa. Sementara Mirah, dengan kepolosan yang tersisa, harus berjuang di antara bayang-bayang masa lalu bersama Jaya dan perlindungan misterius dari Elang, pria hoodie yang menyimpan rahasia besar. Saat persahabatan berubah menjadi persaingan panas untuk menjadi primadona, satu kalimat godaan menjadi awal dari segalanya: "Pijat Yuk, Mas!" Akankah Mirah menemukan jalan pulang, ataukah ia akan selamanya tenggelam dalam nikmatnya dosa yang tak berujung?
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Unperfect Marriage

Unperfect Marriage

bigelbul
“Kenapa?” tanya Bigel saat Hasbi memilih tidak bersuara lagi, tapi fokusnya selalu pada leher Bigel. “Apa yang Mas lihat?” Hasbi menundukkan kepalanya dan seraya mendekat hingga membuat batasan tipis antara wajahnya dan juga wajah Bigel. “Aku, rindu ini.” Bigel tidak dapat berkutik untuk sesaat, tapi sekaligus jantungnya berdebar tidak karuan. Menurutnya, bukankah ini kesempatan agar Hasbi semakin terikat padanya? Cup! Bigel mencium bibir Hasbi lebih dulu, sekilas untuk membuat adrenalin pria itu semakin menggebu-gebu memakan Bigel. “Bigel.” “Jika lebih dari ini, kau mungkin tidak jadi ke kantor lagi.” “Tidak masalah,” sungutnya dengan napas turun naik menerpa permukaan wajah Bigel. “Yakin? Bagaimana jika aku menginginkanmu untuk diriku sendiri setelah ini?” *** Hasbi memejamkan matanya sebentar, laru menatap lembut pada Irasya. “Pulanglah, kepalaku sedang pusing untuk mencerna semuanya. Kita bicarakan nanti saja. Ada yang lebih penting untuk aku urus saat ini.” Ketika Hasbi hendak berbalik, Irasya menahan lengannya lagi dengan kuat. “I-itu Bigel, kan? S-sesuatu yang penting?” Tanpa ragu, Hasbi mengangguk sebagai jawaban. “A-aku hamil, anakmu, Hasbi.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan

Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan

Di layar HP terlihat seorang perempuan mendesah manja tanpa henti. “Jason, kamu hebat banget .…” Suara napas tertahan Jason Dharma terdengar berat dan kasar melalui pengeras suara. Aku langsung matikan HP-ku. Dalam pantulan hitam layar HP, terlihat wajahku yang basah oleh air mata. Aku dan Jason sudah pacaran sejak kuliah sampai akhirnya kita sampai di pelaminan. Lima belas tahun lamanya kami saling cinta seperti hari pertama kita baru pacaran, jadi pasangan idola yang sering dipuji banyak orang. Namun hanya aku yang tahu kalau hati Jason sudah lama berubah. Ia jatuh cinta pada asisten yang aku pilihkan sendiri untuknya. Kata-kata manis yang dulu hanya untukku, kini ia bisikkan ke perempuan itu. Aku pura-pura nggak tahu. Jason diam-diam punya seorang anak dengannya. Aku nggak nangis, juga nggak buat keributan. Ia kira semua kebohongannya tersusun sempurna tanpa cela. Ia nggak pernah sadar kalau aku sudah lebih dulu menarik diri dan siap-siap untuk pergi. Jadi, pada hari ulang tahunnya, hadiah yang aku berikan adalah perpisahan untuk selamanya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Nadine tak mengira, sepeninggal ayahnya ibunya menikah lagi dengan pria tua kaya raya bernama Sebastian Moretti. Namun dibalik keluarga barunya, Nadine terseret masuk ke dunia keluarga elite yang dingin dan penuh darah. Dominic Moretti—dingin, tenang, penuh misteri dan memandang Nadine seolah ia tak pernah ada, namun dibalik sikapnya ada sesuatu yang berbahaya. Dan Matteo Moretti—liar, berbahaya, penuh gairah, dengan tatapan yang membuat kulit Nadine meremang bahkan sebelum ia bicara. *** "Nghh..." “Jika kau berbicara sesuka hatimu lagi,” desis Dominic tepat di telinga Nadine, “aku sendiri yang akan melibas dan melalap habis mulut tipismu. Mematikan suaramu, menghabiskan setiap sisa napas yang kau punya… hingga kau tidak bisa lagi mengeluarkan satu kata pun selain erangan." *** “Apa kesalahanmu?” desis Matteo. “Kesalahanmu adalah datang ke rumahku… dan membiarkan ibumu merangkak naik ke ranjang ayahku.” "Lepaskan! Kau gila!" Nadine meronta. "Kau ingin tahu seberapa gila aku?" Matteo mendekatkan wajahnya. "Aku benci barang asing di rumahku. Dan cara terbaik untuk merusak barang asing... adalah dengan menandainya."
1013.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Sejak sahabat masa kecil Irfan meninggal, dia membenciku selama sepuluh tahun penuh. Hari kedua setelah menikah, dia langsung mengajukan diri ke organisasi untuk pergi ke perbatasan. Selama sepuluh tahun itu, aku menulis surat tanpa henti, berusaha menunjukkan ketulusanku. Tapi, balasan yang kuterima selalu hanya satu kalimat. [Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, lebih baik cepat mati saja!] Namun, saat aku diculik, dia malah menerobos markas penjahat seorang diri, menembus hujan peluru demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dengan sisa tenaganya, dia menepis tanganku dengan keras. “Menikah denganmu… adalah penyesalan terbesarku….” “Kalau ada kehidupan berikutnya, kumohon jangan pernah datang menggangguku lagi….” Di pemakaman, ibu Irfan menangis penuh penyesalan. “Anakku, ini salahku… aku nggak seharusnya memaksamu….” Ayah Irfan juga menatapku penuh kebencian. “Kamu sudah membunuh Selina, sekarang juga membunuh anakku. Dasar pembawa sial! Kok kamu nggak mati saja?!” Bahkan komandan yang dulu mati-matian mendukung pernikahan kami hanya bisa menggeleng dan menghela napas. “Ini salahku yang dulu memisahkan mereka, aku benar-benar bersalah pada Irfan.” Semua orang merasa kasihan pada Irfan. Termasuk diriku sendiri. Aku dikeluarkan dari organisasi dan malam itu juga, aku menelan racun di tengah sawah yang sepi. Saat membuka mata kembali, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan. Kali ini, aku memutuskan untuk merelakan semuanya.
38.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Cinta di Tengah Bahaya

Cinta di Tengah Bahaya

Saat aku hamil lagi, Arif Ravindra memutuskan berhenti berjudi dan berjanji akan bekerja keras demi menafkahi keluarga kami. Aku pun menangis terharu. Dengan tangan gemetar, aku menyerahkan semua tabungan hasil kerja paruh waktuku selama setahun kepadanya. Ada dua lembar uang jatuh ke lantai. Saat aku memungut uang dan mengejarnya keluar, aku melihat adegan yang mengejutkan. Aku melihat di ujung gang, para preman mafia yang biasa menagih hutang kini bersikap begitu hormat kepada Arif. Ternyata, kemiskinannya hanyalah pura-pura. "Bos, besok kami masih perlu mengerumuni di depan rumahmu?" Arif duduk santai di dalam mobil Lincoln panjang dan menjawab dengan acuh, "Tidak perlu." Ia menatap cincin di jarinya dan menghela napas. "Sudah bertahun-tahun dia membuktikan cintanya. Dia rela bekerja keras demi membayar hutangku, bahkan dia sampai kelelahan dan keguguran.” “Aku sudah sangat merasa bersalah padanya. Kini saatnya memberitahu identitas asliku biar dia tidak perlu bekerja keras lagi." Namun Lina Candra, sahabat kecilnya yang duduk di sampingnya malah tidak sependapat. “Tidak, belum waktunya! Bagaimana jika dia ternyata seperti wanita-wanita sebelumnya, hanya tertarik dengan uangmu dan statusmu sebagai kepala mafia?" "Lebih baik tunggu sebentar lagi. Kita lihat apakah dia mau melahirkan anak ini." Setelah berpikir sejenak, Arif mengangguk, "Baik, ikuti pendapatmu. Lagi pula dia sudah bersamaku begitu lama, pasti tak tega meninggalkanku." Aku menggenggam erat uang di tangan, membalikkan badan dan menangis sejadi-jadinya. 'Arif, cinta penuh kebohongan ini, aku tidak mau!'
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Ibuku meninggal karena terlalu emosional. Pasalnya, hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, kini pengantin wanitanya malah berubah menjadi mitra bisnis Ezra. Pada saat ibuku mengembuskan napas terakhirnya, hari pernikahanku berubah menjadi hari pemakamannya. Namun, Ezra memerintahkan agar pesta pernikahan tetap dilanjutkan seperti biasa dan bahkan memintaku untuk memasangkan cincin pernikahan ke jari Naila secara langsung. "Cepat! Pasangkan cincin itu padanya. Malam ini, aku akan memberimu penjelasan," katanya sambil menggertakkan giginya. Aku mengabaikan amarah Ezra dan menggendong jenazah ibuku meninggalkan hotel. Pukul delapan malam, pernikahan dengan pengantin yang diganti itu selesai dengan "sempurna". Naila memposting di Instagram dan postingannya mendapat puluhan ribu suka. [ Yay! Hari ini aku akhirnya menikahi pria idamanku. Terima kasih pada pihak ketiga yang sadar diri dan pergi. ] Tak lama kemudian, Ezra juga memposting. [ Orang yang nggak layak, nggak pantas dicintai. ] Di kamar jenazah yang dingin, aku memberikan tanda suka pada postingan mereka berdua dan menulis komenta. [ Semoga langgeng. ] Kemudian, aku mengemas barang-barangku sambil memeluk kotak abu jenazah ibuku. Namun, ketika aku sampai di rumah baru yang kubeli, aku menemukan Ezra sedang berciuman penuh gairah dengan Naila di sofa baruku.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya

Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya

Tepat di malam menjelang pernikahan. Rangga Respati tiba-tiba memintaku menunggu selama sebulan. Alasannya? Dia ingin menemani cinta sejatinya yang menderita penyakit mematikan untuk mewujudkan keinginan terakhirnya yaitu berkeliling dunia. Di saat yang bersamaan, ibuku mendadak didiagnosis menderita gagal jantung. Satu-satunya keinginan Ibu yang tersisa adalah melihatku mengenakan gaun pengantin hasil jahitan tangannya sendiri dan melepas kepergianku menuju pelaminan. Aku memohon dengan sangat kepada Rangga. Aku memintanya untuk setidaknya menyelesaikan upacara pernikahan kami dulu sebelum dia pergi. Dia setuju. Namun, di tengah-tengah prosesi pernikahan, dia justru kabur bersama Arum Maharani. Foto mereka berdua yang sedang berciuman mesra di bandara seketika meledak dan menjadi trending topik. Saat melihat foto itu, Ibu langsung mengembuskan napas terakhirnya karena syok. Sementara itu, mereka berdua sudah bersiap terbang menuju romansa di Kota Prames. Arum mengunggah sebuah postingan di media sosialnya: [Melakukan hal paling nekat bersama orang yang paling dicintai.] [Doakan kami, ya.] Dengan perasaan mati rasa, aku mendekap abu jenazah Ibu. Jariku gemetar saat mengetikkan sebuah komentar di sana. [Semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan.]
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Janda Lumpuh Milik CEO

Janda Lumpuh Milik CEO

Warning 21+ [TAMAT DI KARYAKARSA, Hanya Rp 20.000, kalian udah bisa baca sampai tamat BAB 11-85] Sinopsis: Anjani Zelena hanyalah seorang wanita biasa, bahkan boleh dikata kurang sempurna. Karena kecelakaan tragis dua tahun lalu yang bukan hanya merenggut nyawa sang suami tapi juga fungsi salah satu kakinya. Bersama sang malaikat kecilnya—Clara, Anjani seolah mendapat semangat baru menghadapi dunia yang penuh lika-liku. Sampai pada takdir MEMBAWANYA bertemu kembali dengan Bian Pradipta—CEO Pradipta Group yang terkenal galak dan berhati batu, hidup Anjani seolah berubah 180°. SEJAK pertemuan mereka hari itu banyak masalah dengan Bian bermunculan. Masalah paling parah terjadi ketika Bian tidak sengaja menabrak Anjani di pinggir jalan dan diliput banyak media. Bian merasa sangat dirugikan, nama perusahaannya tercemar serta rekan bisnisnya meradang. Mau tak mau pria itu membuat klarifikasi, meminta maaf pada Anjani di depan semua media. Bian merasa sangat malu. Mulai hari itu ia mengibarkan bendera perang untuk Anjani. Namun, akankah Bian mampu melawan ketika Anjani justru membuat perasannya begitu nyaman dalam waktu bersamaan? *Note: Cerita ini mengakibatkan sesak napas dan emosi.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Pernikahan 10 Tahun Hancur Di Tangan Pelakor

Pernikahan 10 Tahun Hancur Di Tangan Pelakor

Setelah menikah tujuh tahun, Manuel merasa hidupnya terlalu datar, jadi dia memelihara seorang mahasiswi di luar. Burung kenari yang lemah dan menyedihkan itu memanfaatkan tubuhnya untuk membujuk Manuel sampai dia tidak pulang sebulan. Tidak peduli bagaimana aku memanggilnya, tetap tidak ada gunanya. Di hari ulang tahun anakku yang ketiga, aku menggendong anakku yang demam tinggi, berlutut di luar vila, demi memohon Manuel pulang. Namun, Manuel justru berulang kali menginginkan tubuh simpanannya itu di depan jendela kaca besar. Di tengah suara kenikmatan mereka, anakku akhirnya mengembuskan napas terakhir di pelukanku. Di pemakaman, Manuel memelukku sambil menangis tersedu-sedu, bersumpah akan kembali ke keluarga dan mencintaiku dengan sepenuh hati lagi. Aku menyetujuinya. Namun, hanya karena sebelum meninggal, anakku berharap aku dan dia bisa kembali seperti dulu. Empat tahun kemudian, taman kanak-kanak tempat anakku dulu belajar merilis sebuah video penghargaan keluarga terbaik. Di dalam video, Manuel merangkul Nelly yang tampak berseri-seri. Di pelukannya juga ada seorang anak laki-laki berusia tiga tahun. Anak kecil itu tersenyum ke arah kamera sambil mengangkat piala. "Papa, Mama, kita adalah keluarga paling bahagia!"
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai menghela napas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1011121314
...
16
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status