PEMBALASAN DEWA MAUT
Napasnya, yang sejak tadi dia atur dengan Ilmu pernapasan, kini terasa berat dan tercekat.
Dia memaksa dirinya untuk tenang. Rila lan narima, menerima nasib dengan ikhlas, adalah pelajaran pertama yang ia dapat dari Guru Besar.
Dia harus menjelaskan, dia harus membersihkan namanya di hadapan satu-satunya orang yang ia yakini akan mendengarkan.
Setelah memanjat sebuah pagar bambu yang tertutup lumut, Dipasena mengendap di balik rumpun pisang.
Cahaya dari lampu minyak yang tergantung di teras rumah Anggrawati tampak seperti titik api di tengah kegelapan.
Hot Chapters