Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Sempurna Sang Pewaris

Istri Sempurna Sang Pewaris

18+ Kata orang, menjadi istri seorang Aiden Malik yang merupakan pewaris tahta kerajaan bisnis Malik Group adalah impian setiap wanita. Tapi, tidak bagi Eva. Karena Eva selalu berharap kalau dia bisa menghindari hal ini, namun, kenyataan berkata lain. Bagaimanakah Eva menghadapi kehidupan yang tak seindah seperti kelihatannya? Eva memelototi bagian belakang kepala suaminya dengan kesal, "Percaya atau tidak, tapi tadi malam ada yang memberiku obat perangsang." "Oh ya? Menurutmu aku percaya?" Eva mendecih. "Terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi sejujurnya aku katakan kalau aku lebih suka tidur di samping onggokan sampah daripada tidur denganmu." Suara Eva sarat dengan amarah. Betapa menjijikkan dan sombongnya pria itu karena telah membuat video tentang apa yang terjadi tadi malam lalu memutarnya kembali di hadapannya seperti ini. Suaminya hanya ingin mempermalukannya. "Apakah kau kesal karena tadi malam aku tidak melakukannya hingga lima kali denganmu, Eva? Uhm, atau mungkin kau hanya ingin hamil anakku sehingga statusmu sebagai istriku tidak perlu dipertanyakan lagi?" Eva menghela napas, sudah cukup dengan omong kosong ini. Dia tidak ingin dipermalukan lagi oleh suaminya. "Yang harus kau lakukan hanyalah menandatangani kertas ini, Aiden. Tanda tangani saja surat perceraian kita lalu ceraikan aku." Aiden memalingkan kepalanya. "Apa yang baru saja kau katakan? Sebuah perceraian, hm? Tidak semudah itu, Sayang. Siapa yang memberi ide di kepalamu kalau aku akan melepaskanmu?"
Romansa
1050.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Baca
Tambahkan
Bareksa

Bareksa

Albastomii
"Temanmu ada yang Kala nggak?" tanya Ashton. Nala menghela napas berat. Mereka mulai membuka pembicaraan yang lebih serius daripada berdebat mengenai siapa yang seharusnya membersihkan rumah. Alasan sebenarnya Nala harus pisah rumah dengan orang tuanya dan tinggal di sebuah rumah kuno di desa bersama Ashton. Rumah yang sering dikunjungi Nala ketika ia masih kecil. Rumah yang perlahan terlupakan ketika neneknya meninggal dunia. Rumah ini. Wasiat yang diberikan oleh neneknya sudah jelas, rumah ini diwariskan kepada Donny Ardana—ayah Nala. Namun ada catatan lain yang melengkapi surat wasiat itu. Nenek ingin agar Nala yang menempati rumahnya, tepat saat Nala berusia enam belas tahun. Nenek bilang bahwa banyak kenangan yang harus diingat dan rahasia yang harus diungkap, oleh Nala sendiri. Sudah dua tahun Nenek meninggal dunia, tetapi ayah Nala baru memberitahukan wasiat itu enam bulan yang lalu, setelah Nala lulus SMP. Awalnya Nala tidak siap menerima warisan ini, namun ada hal lain yang memaksa Nala agar segera pindah dan memenuhi wasiat Nenek. Ini mengenai jati dirinya. Bahwa ia bukan manusia biasa, melainkan seorang Bareksa. Sebuah kaum yang memiliki kekuatan khusus, untuk melindungi daerah tempat mereka tinggal. --- Nala bukanlah gadis biasa. Dia seorang Bareksa, ras dengan kekuatan diatas rata-rata manusia pada umumnya. Dalam melaksanakan tugasnya, Nala menyamar sebagai siswi SMA Rajasanagara, tempatnya bertemu Bagus, kakak kelas anggota OSIS yang ramah dan murah senyum. Mampukah Nala mengemban tugasnya sebagai Bareksa? Ataukah dia memutuskan untuk mengabaikan status rasnya agar bisa menjalani kehidupan normal selayaknya anak SMA?
Fantasi
1.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
Cerita Pendek · Mafia
3.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Aroma Godaan dan Perselingkuhan

Aroma Godaan dan Perselingkuhan

Pijatan lembut tangan terapis itu membuat seluruh tubuhku panas dan terkulai lemas di sofa. "Kamu sangat sensitif ...." Embusan napas yang hangat di telingaku membuatku tanpa sadar gemetar ....
Cerita Pendek · Gairah
102.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Ide Gila Bapak!

Ide Gila Bapak!

Fitriyani
Perceraianku yang keempat kalinya, ternyata membawa duka yang teramat besar bagi Bapak. Hingga rencana gilanya, seakan membuatku sesak napas! Benarkah, Bapak akan sanggup melanjutkan ide gilanya tersebut?! Lalu, bagaimana dengan tanggapan masyarakat?
Lainnya
2.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Cerita Pendek · Mafia
7.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia

Aku seorang janda. Malam itu, dalam keadaan setengah sadar, aku berniat pergi ke kamar mandi, tapi aku menemukan pintu kamar putraku yang berusia 18 tahun sedikit terbuka. Dari dalam, terdengar suara napas terengah-engah yang samar ….
Cerita Pendek · Gairah
21.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
KUKEMBALIKAN KEKASIHMU

KUKEMBALIKAN KEKASIHMU

Dwi Fitriani
Mengisahkan tentang seorang gadis yang akan mebalaskan dendam kekasihnya, gadis itu bernama Servita Anggraini biasanya di sapa dengan nama Anggrek. Ingatannya masih tergiang-ngiang tentang perlakuan sadis Leon terhadap kekasihnya Andre hingga menyebabkan kekasihnya kehabisan darah dan menghembuskan napas terakhir.
Romansa
1.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
DENDAM GADIS PEWARIS

DENDAM GADIS PEWARIS

"Kapan? Kapan mereka meninggal? Kenapa makam ini tampak sudah lama?" Suaranya sangat rendah, apalagi dengan paduan serak dari deru nafasnya yang tidak beraturan. Pelayan Sisca menghela nafas. "Satu bulan yang lalu, Nona." Amertha terjebak dalam dunia baru milik orang tuanya yang sudah disembunyikan sejak lama, lantas harus menyingkap kematian orang tua yang direncanakan. Namun, dia juga harus terlibat dengan pernikahan bersama salah satu rekan kerjanya untuk mengikuti permainan dunia bisnis yang sangat awam baginya.
Urban
101.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
...
14
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status