Suamiku Jadul
Pagi harinya aku dibawa Bang Torkis jalan-jalan di seputar desa, kami naik motor berkeliling, tiba-tiba rasanya ada yang ingin dikeluarkan, aku kebelet buang air besar.
“Bang, rasa ini sudah tak tahan, ada hasrat yang harus disalurkan, ingin kumenyendiri, menikmati perpisahan dengan dia yang bulat panjang,” kataku pada Bang Torkis.
“Apanya yang kau bilang itu, Dek, lagi baca puisi ya?” jawab Bang Torkis.
Ya, Allah, dia gak paham ternyata, padahal itu kata puitis yang sering aku katakan dulu jika ingin buang air besar.
Sikat na Kabanata