Kisah Cinta sang Kurir
Dengan marah, aku berlari lebih cepat, merampas batang besi itu, dan menjatuhkan pria itu ke tanah.
Aku memukul kepalanya bertubi-tubi dengan batang besi itu, hingga dia terluka parah dan tak sadarkan diri, barulah aku berhenti.
Ketika Citra menarik-narik celanaku, barulah kewarasanku berangsur-angsur pulih.
Aku melepaskan ikatan di tubuh Citra, memeriksa kondisinya dengan saksama.
Citra menangis, "Kak Jodi, untung kamu datang tepat waktu. Kalau nggak, aku mungkin sudah mati dipukuli olehnya."