I Saed Lupyu
Nyaman sekali.
Aku membayangkan kejadian di mimpi itu sekarang, berharap jika ketika melakukan ini, Sae benar-benar datang kepadaku. Dia akan menghampiriku dan memelukku dari belakang, persis seperti di mimpi tadi. Aku tersenyum ketir, lalu terkekeh-kekeh sendirian. Mengingat semua khayalan dan angan-angan menyedihkan itu membuatku tertawa sendiri. Sekarang, aku bagai orang bodoh yang terlalu berharap tinggi. Mana mungkin seorang Sae datang padaku dan memelukku dari belakang sambil bilang kalau aku ini pacarnya!
Dan, khayalan paling tinggi, dia menciumku. Bangun, Adis! Ini sudah siang.
Hot Chapters