Antara Cinta dan Luka
“Kita punya cukup bukti buat hentikan Vita.”
Naya menggeleng, kepalanya pusing seperti orkestra yang kacau. “Rian, lo bilang gitu, tapi lo sembunyiin kontrak. Dan Ayah…” Ia menatap Budi, air mata mengintip di sudut matanya. “Ayah curi lagu Mama buat proyek dana gelap. Kalian berdua bikin aku nggak tahu harus percaya siapa.” Ia membuka ponsel ibunya, mencari petunjuk lain, dan menemukan file video tersembunyi—Naya kecil, berusia 7 tahun, duduk di piano tua, memainkan Nada di Tengah Hujan dengan jari-jari mungil. Suara ibunya di latar: Nay, ini lagu kita. Simpan baik-baik. Naya tersentak, tangannya gemetar seperti tuts piano yang dingin. “Ini… bukti lagu itu punya Mama,” katanya, suaranya sera