ASI Untuk Bosku
Angin malam meniup lembut, menggesek dedaunan, menciptakan suara gesekan yang menyerupai bisikan.
Di tengah kesunyian itu, sosok misterius menyelinap pelan ke halaman belakang rumah. Jubah hitam panjang membungkus tubuhnya, menyatu dengan kegelapan malam. Wajahnya tertutup separuh, menyisakan hanya sorot mata tajam yang awas terhadap setiap gerak-gerik di sekeliling.
Langkahnya ringan, nyaris tanpa suara. Ia sudah hafal betul jalan masuk rahasia ke rumah itu. Tapi malam ini, segalanya terasa berbeda. Terlalu sepi. Terlalu sunyi.