Suatu Senja di Tanah Senja
“Omong kosong macam apa ini? Kami tidak mencuri, kami tidak membunuh, kami tidak pernah berzina.”
“Ha,ha,ha. Tapi, aku tahu kalian penjahat; kalian tidak saling mempedulikan satu sama lain, kalian terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal kalian tahu bersikap tidak peduli—apa pun alasannya—bukan hanya kejahatan bagi kemanusian tapi juga pengingkaran terhadap kemuliaan sifat Tuhan. Ha,ha,ha. Pulanglah, katakan kepada sesamamu bahwa Tuhan tidak butuh kalian menyembah-Nya untuk mengakui keberadaan-Nya. Potong lidahku bila perkatanku menyesatkan. Lebih baik kakiku buntung daripada aku menutun orang menuju jalan salah. Lebih baik mataku buta daripada aku menunjukan sesuatu yang dusta.”
I
Hot Chapters