Ibuku Bukan Wanita Biasa
Dika bangun, mendudukan dirinya, pandangannya menerawang, "Dunia ini memang tidak seindah isi rumahmu."
Dika benar, seharusnya Randu sudah siap menerima segala konsekuensi dari keputusannya. Keputusan mencari tahu seluk beluk ibunya.
Dengan hela napas panjang, Randu mendudukan diri. Menatap berkas di depannya lamat-lamat, sebelum akhirnya, pemuda itu membuka halaman depan.
Gerakan itu berhasil menarik perhatian Dika, dia duduk merapat pada Randu. Turut penasaran dengan isi berkas tersebut.