JANGAN HINA AKU MANDUL
Aku berdesih bingung mau jawab pertanyaan anakku itu seperti apa.
"Caca, dengar, mama Arum tidak bisa kembali kesini. Kamu yang sabar ya? Jika nanti kamu masih ditakdirkan mendapatkan ibu, pasti ada saja jalannya, pipi janji bakal cari mama sebaik mama Arum," jelasku, sontak putriku manyun tertunduk sembari merintih.
"Tapi Caca maunya mama Arum pih," singkatnya, aku menghela nafas dan mendekap gadisku itu.