MERTUA IDAMAN
“Kue buatan kamu yang kali ini sangat enak, loh. Teksturnya pas banget, apalagi isinya ini, ada coklat dan selai kurma. Enak banget, Mir. Entah sudah berapa biji tadi ibu makan ini. Ternyata menantu ibu pinter juga. Dapat dari mana ide mengisi dengan selai kurma ini?”
Aku tersenyum. Entah kenapa ide itu tiba-tiba terlintas di pikiran begitu saja. Ibu mengambil wadah mika kemudian meletakkan tiga biji bola ubi ungu sebesar lato-lato yang sudah dibalut keju parut. Ibu mertua menyebut ini dengan klepon, tetapi resepnya ada perbedaan sedikit dengan klepon.
“Ibu mau apa?”