Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

PRAAAUUUUTTT! Guru Tampan buang angin. Keras. Panjang. Bergema. "Ini... kualitas di atas yang terbaik!" Hunpo pingsan. "ANJING GUE PINGSAN KENA BAU!" teriak Ong Bwee. Guru cekikikan. "Bukan baunya, bodoh. Itu chi-nya keluar terlalu kuat!" Keesokan harinya, Sioh Seng—yang seharusnya sembuh minggu depan—menggerakkan semua jari tangannya.
379 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

teriak Ho Xiuhuan setelah ia membuka matanya dan melepas meditasinya. “Ahhkk! Kenapa tanganku benar-benar terputus!” jerit Ho Xiuhuan. Penatua berambut putih lalu meniupkan serbuk anggrek putih ke wajah Ho Xiuhuan, dan dalam seketika tubuh dari Ho Xiuhuan melemah dan luluh juntai terjatuh ke tanah. Serbuk anggrek putih adalah serbuk rahasia dari klan ‘Zhao” yang dapat membius orang yang menghirupnya. “Anak ini kenapa selalu membuatku kerepotan. Setiap kemunculanku harus selalu aku buat tidur dan kali ini harus kubuat pingsan.”
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 939 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
Kisah Para Penggetar Langit

Kisah Para Penggetar Langit

“Tidak perlu memanggil hamba Cianpwe. Hamba hanya anggota rendahan, Pangcu. Nama hamba Luk Ping Hoo.” Cio San hanya tersenyum. Matanya belum lamur untuk bisa membedakan tingkatan seseorang. Lalu ia berkata, “Locianpwe ada petunjuk apa kepada boanpwe?” Lama si kakek terdiam, kemudian malah balas bertanya, “Kau yang membunuh Ji Hau Leng?” “Mendiang Ji-pangcu memang sempat bertarung dengan boanpwe. Tapi bukan boanpwe pembunuhnya,” jawab Cio San.
9.959.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Aira
A Masterpiece. Sebuah Mahakarya. Kerinduan membaca kembali karya-karya Sang Master Khoo Ping Ho dan kisah 'Sang Nabi' Kahlil Gibran terobati dengan tuntas. gaya bahasa yang santun, runtut dan lugas, memberi nuansa khas membawa romansa masa silam.... cara penulisan yang dewasa ini jarang dijumpai.
Baca Semua Ulasan
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

timpal salah satu dari mereka. Aku melangkah mundur ketika mereka berempat melangkah maju untuk menghampiriku namun ketika mereka mendekat salah satu dari mereka berteriak, “ Ha-haa.., harimauuuu,” teriaknya terbata-bata sambil terjungkal ke belakang hingga teman yang ada di belakangnya ikut terjatuh.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
Tiongkun Tan Choa Hok

Tiongkun Tan Choa Hok

Choa Hok menerima kode Ah Pa Kwee dan meminum tonik itu lalu lanjut minum air. Setelah makan, setelah tertawa, setelah sendok dan piring mulai diangkat pelayan, Ah Pa Kwee—pria paruh baya dengan songkok di kepala dan cincin emas di jari—mendekati Choa Hok. “Siau Heng, udah mandi?” Choa Hok mengerjap. Mandi? Di sini?
251 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Suara ketikan jari di atas papan huruf mendadak memenuhi seluruh sudut ruangan kelas sebagai bentuk kepatuhan murni. Berkebalikan dari situasi itu, sang Kepala Suku hanya menatap kerang hitamnya dengan dahi berkerut dalam menahan rasa pusing. Penampakan layar gelap yang membisu itu benar-benar menguji kesabarannya sebagai seorang penguasa. Sesekali jari telunjuknya mengetuk kasar cangkang plastik tersebut menggunakan ujung kuku. Merasa menemukan mangsa yang sangat empuk untuk dihina, Kevin berjalan lambat menyusuri lorong antar meja.
9.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Tak ada yang mendengar suaramu laki-laki biadap.” “Ampun, to...long.” “Hihihihi....kau telah membunuhku dengan ke enam bajingan itu.” “Srinti...ampun...” Nyi Mas Srinti terus memutar tubuh aki Koko, dan membenturkannya pada tiang utama di tengah villa. Nyi Mas Srinti, tersenyum, tersenyum puas. Dan Abah Koko, dia menghembuskan nafasnya. Darah bercucuran, di pelipis abah Koko. Benturan yang sangat kuat, Nyi Mas Srinti menampakkan tubuh yang tanpa kepalanya. Dan abah Koko pun benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya, dengan rasa ketakutan dan sakit.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Aku mengedipkan mata berulang-ulang agar air yang masih tersisa dikelopak mata ikut lenyap. "Kemana kita sekarang?" cetusku pura-pura antusias. "Sesuai urutan lahir, kita ke wahana flying fox duluan." Aku tersenyum maklum mendengar suara Hartono yang lugas. Bagi masyarakat Tionghoa urutan lahir memang penting, terutama untuk kaum pria.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Gemerincing gelang emas dan kilau cincin yang berderet di jarinya, membuat yang lain saling tatap. Wartiyah -orang yang sedari dulu selalu saja bermulut pedas, kini kembali berulah. Wanita itu menatap Asih dengan sinis, terlebih saat melirik ke arah mobil putih yang terparkir di halaman. Langkah mereka terhenti, tepat di depan pintu pagar rumah nek Ijah. Semua seakan menunggu balasan Asih, tatapan mengarah pada satu titik yang sama dan Asih tersenyum lalu menjawab.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
SERULING SAKTI SANG NAGA

SERULING SAKTI SANG NAGA

lanjut Qi Yun seraya melipat kedua tangan di depan dada. Yu Ping menggaruk kepala yang menjadi kebiasaan setiap ia merasa kebingungan. Sepertinya agak sulit menyuruh Qing Ning meminta maaf karena gadis itu sedikit keras kepala. “Aku akan memintanya melakukan itu,” gumam Yu Ping tak yakin. Tak terasa mereka telah tiba di pintu gerbang Hoa San, sejenak Qi Yun mengagumi gedung yang tampak kokoh itu. “Kita sudah sampai,” dengan sopan Yu Ping membentangkan tangan kirinya ke arah pintu yang terbuka. “Saudara Qi Yun, silahkan!”
9.529.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai urutan serial kho ping hoo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Membicarakan Kho Ping Hoo selalu bikin semangat! Penulis legendaris ini punya puluhan karya, tapi kalau mau urutin dari awal, 'Bu Kek Siansu' (1958) sering dianggap sebagai novel pertamanya yang mempopulerkan genre silat. Ceritanya tentang perguruan Bu Kek Siansu yang penuh intrik dan ilmu silat tingkat tinggi.

Setelah itu, 'Pedang Kayu Harum' (1962) jadi salah satu sequel paling terkenal. Uniknya, beberapa novelnya terbit bersamaan di berbagai majalah, jadi timeline penulisannya agak tumpang tindih. Aku sendiri suka banget sama 'Cinta Silver' yang lebih romantis, meski bukan bagian dari serial utama.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status