Rahim Penebus Dosa
“Yeee, malah melamun! Dengar enggak gue ngomong apa barusan?”
“Dengar, Bos,” jawabku malas. “Tapi, ya, mau gimana lagi? Mas Jevin kalau udah ngomong A sampai kiamat pun enggak bakal berubah jadi B. Gue juga udah capek kerja, Bos. Lagipula, ‘kan, sekarang gue punya suami. Suami gue anak sultan pula. Mau minta apa tinggal bilang. Transferan ngalir terus tiap bulan. Terus, ngapain lagi gue kerja? Toh, semua kebutuhan gue udah dipenuhi sama dia.”
Hot Chapters