Bos, Kita Masih di Kantor!
tuduhnya sambil tertawa mencemooh.
Namun melihat Damian yang bergeming dengan tatapan menghunus tajam, tawa Bram dan teman-temannya seketika lenyap.
Aura dingin nan mematikan dari pria itu memang berbeda dan tak bisa dipungkiri. Ia bukan orang biasa dan tidak main-main dengan ancamannya.
“Wah... bos beneran ternyata,” ujar Bram terkekeh gugup. “Oke, oke, masalah selesai. Makasih, Bos.”