Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
jawabku singkat.
"Kalau yang ini, tulisannya apa?" tanyanya lagi.
"I love you."
"I love you too, Mbak," ujar Soni nyengir.
Aku mendelikkan mata, mengerucutkan bibir ke arahnya. Kemudian tanganku mengambil sendok, mengaduk kopi itu hingga gambarnya menghilang.
"Yah, Mbak. Jahat banget."
"Biarin. Kopinya lebih enak diminum daripada diliatin," ujarku seraya menyeruput minuman yang masih panas itu.