Istri sang Kapten yang Tak Diinginkan
Di dalam kamar mandi, Oliver menatap pantulan wajahnya di cermin, ia menegakkan kedua lengannya di meja keramik di hadapannya.
Menatapi wajahnya yang tampan, bersih tanpa jambang, dan rambut pirangnya yang khas. Tersirat perasaan aneh bercampur bahagia ketika mengingat ucapan dari Lionil.
'Selamat! Kau akan menjadi seorang Ayah, kawan!'
Kata-kata itu terangkai indah dan terbang di benaknya.
"Ayah," lirih Oliver. "Aku akan menjadi seorang Ayah."