Kesayangan Tuan Elian
"Cia melahirkan? Kasihan ya, anak yang lahir dari keluarga yang hartanya baru saja disita. Mungkin nanti kado darimu, Boy, bisa membantu biaya susunya."
Wajah Elian mendadak gelap. Nabila yang tadinya hanya menyimak, kini melangkah maju. Ia berdiri tepat di depan Abil, menatap pria itu dengan tatapan predator.
"Abil, sepertinya kamu lupa ya? Bisnis pelabuhanmu di Australia itu masih butuh tanda tanganku. Kalau kamu masih mau melihat perusahaanmu bernapas besok pagi, tutup mulutmu yang bau itu sekarang juga," ucap Nabila dengan nada yang saking tenang namun sangat mematikan.