MALAM GILA DI RANJANG MERTUA
Lebih baik cepat berangkat.
“Mertuaku mengandung Nadia umur berapa ya? Kok kayak kakak-adik, bukan ibu dan anak,” gumam Rama sepanjang jalan.
Sesampainya di kantor, ponselnya kembali berdering—lagi-lagi Nadia.
“Iya, Nad?” Rama menjawab cepat, karena kalau telat sedikit saja, Nadia biasanya langsung mengomel dan menuduhnya tak sayang lagi. Sejak saat itu, Rama selalu mengutamakan panggilan Nadia.