LOVELY MAN
bujuknya seraya memberi ciuman di tengkuk Maya.
Maya berhenti mengaduk sayur yang sedang ditumisnya. "Ha ... aku harus bilang apa lagi? Terserah kamu, deh." Maya cuma bisa pasrah jika Bhara tetap kukuh dengan kemauannya.
***
Tidak seperti yang Bhara bayangkan, Tommy tidak semengerikan itu, setidaknya itulah penilaian pertama saat dilihatnya sosok Tommy. Pemuda dua puluh tiga tahun itu berpenampilan rapi. Seperti halnya anggota keluarga Maya yang lain, dia juga necis, kemejanya bersih, tubuhnya wangi, lengkap dengan jam tangan mewah yang entah bagaimana bisa dia miliki, barangkali hadiah dari orang tua atau kerabat. Sekilas dari tampak luar, Tommy seperti orang baik-baik dan berpendidikan.
Hot Chapters