BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
Aku mulai bertanya-tanya, apakah Kaisar Bakkara terlalu sibuk mengurus negara sampai-sampai menelantarkan klannya hingga menjadi penyair musafir yang menyedihkan begini?
Tapi kemudian aku mengangkat bahu. Ah, sudahlah. Mengapa juga aku harus pusing memikirkan silsilah mereka? Di desaku saja, si kusir Ribak juga bermarga Sinambela. Sepertinya di daerah ini, marga agung pun bisa berakhir jadi apa saja—mulai dari kusir, penyair pengecut, sampai nona muda yang jatuh cinta pada bandit.
"Penyair...?" gumamku lesu.