Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinikahi Berondong Mesum

Dinikahi Berondong Mesum

Lily, seorang mahasiswi semester tiga disebuah universitas. Kesehariannya dia habiskan di kampus untuk mengikuti kegiatan kampus. Bahkan terkadang hingga malam. Seperti malam itu, dia pulang ke kosan saat malam tiba. Dan tanpa sengaja dia memergoki tetangga kamarnya yang sedang berbuat asusila. Rupanya itu adalah awal bumerang baginya. Akibat kesalahpahaman, Lily harus menikah dengan Doni, sang berandal berondong yang waktu itu dia pergoki tengah berciuman dengan Arin. Dia dan Doni diketahui tidur bersama di kosan Lily. Padahal seingatnya dia tidak ngapa-ngapain dengan bocah itu. Nasib sial, kedua belah pihak orang tua memaksa mereka untuk menikah karena takut terjadi sesuatu yang buruk. Lily ingin merutuk. Sayangnya dia tak kuasa berbuat apa-apa. Kehidupannya berubah drastis. Tak lagi sendiri, tapi justru harus mengurusi berondong berandal macam Doni yang ternyata juga seorang playboy kelas kakap. Lengkap sudah kekesalan Lily. Dan lucunya, pria yang sejak dulu dikaguminya, Mukhtar sang ketua BEM perlahan mulai dekat dengannya. Lily menyesali, kenapa harus disaat dirinya sudah menikah begini. Tak dinyana, ternyata Doni dan Mukhtar sudah saling kenal. Bahkan Doni punya masalalu suram bersama pria itu. Mukhtar bilang Doni bukan anak baik-baik. Doni juga tampak membenci Mukhtar. Lily dihadapkan pada pilihan yang memusingkan. Di satu sisi dia percaya Mukhtar. Tapi dia juga tak bisa mengabaikan Doni begitu saja. Hingga malam ulang tahunnya menunjukkan, siapa yang benar ucapannya.
Romansa
9.276.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Sejati Pak Ferran

Cinta Sejati Pak Ferran

Semua orang tahu bahwa Wendy Sanders adalah pembantu di Keluarga Carter, tepatnya pelayan pribadi Aiden Carter. Sejak kecil hingga dewasa, dia selalu berada di sisi Aiden untuk menangani semua urusannya. Hingga suatu hari, Aiden berkata dengan dingin, “Kamu cuma pembantu rendahan. Enyah dari pandanganku!” Wendy benar-benar menghilang. Aiden begitu percaya diri, mengira Wendy yang selalu patuh itu pasti akan kembali. Jadi, dia sama sekali tidak menghiraukannya. ··· Saat mereka bertemu lagi, Wendy telah menjadi sekretaris lawan bisnis Aiden. Dia berciuman mesra dengan pria lain, membuat Aiden seketika diselubungi rasa cemburu yang membutakan akal. “Wendy… pulanglah. Kembali ke sisiku, ya?” Di malam hujan itu, Aiden berlutut di tanah sambil memohon dengan suara teramat hina. Ferran Hayes menarik pinggang ramping Wendy ke dalam pelukannya untuk menegaskan kepemilikan. “Aiden Carter, siapa dirimu sampai berani memanggil namanya langsung?” ··· Semua orang mengira Wendy hanyalah mainan sementara Ferran yang kapan saja bisa ditendang jauh. Sampai sebuah video tersebar. Pewaris Grup Hayes yang selalu tampak dingin dan tak tersentuh itu tengah menggendong perempuan mungil itu dengan lembut sambil membujuknya dengan suara rendah, “Sayang, sini… Gigit sini…” ··· Ferran tidak pernah percaya pada cinta pada pandangan pertama. Namun, Wendy adalah pengecualiannya. Tak seorang pun tahu bahwa pada detik pertama dia melihat Wendy, kepalanya sudah dipenuhi puluhan bayangan yang tak pantas diucapkan. Ferran berkata, “Bunga statice melambangkan kebahagiaan. Ketika kamu datang padaku, aku akan melakukan apa pun untuk mengejarmu. Sebab, kebahagiaanku adalah dirimu, Wendy.”
Romansa
242 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Cerita Pendek · Mafia
8.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status