Bukan Bunga Bakung
kembali Retno bertutur.
“Awalnya kami ngobrol biasa saja. Tapi sebelum dia turun, tiba-tiba dia cium aku begitu saja lalu turun dan bilang sampe besok ya, trimakasih,” cerita Retno yang membuat jantung Diandra berdetak kencang.
“Ih, gunung Salak, Mahameru, gelo pisan,” kaget juga Diandra mendengar itu, tapi juga penasaran terutama karena dalam rabaan Diandra, sahabatnya itu juga ada hati pada lelaki itu.