Seribu Pintu Sindukala
“Bapak mengenal ibu saya juga, bukan?”
Nawasena ingat pernah mengagumi lukisan-lukisan Marsala yang dipajang di Galeri Seni pada masa SMA. Walaupun satu angkatan, keduanya tidak pernah berada di kelas yang sama, dan berkegiatan pada minat yang berbeda. Nawasena hanya sebatas tahu, tidak pernah lebih dari itu. Tanpa menanggapi pertanyaan Raesaka, Nawasena beranjak dan duduk di sampingnya. Telapak tangannya menepuk bahu dan punggung Raesaka, berharap itu bisa memberinya ketenangan walau sejenak.
“Memangnya keluarga kamu enggak ada yang cerita?” tanya Nawasena. “Ibu Abhi, ah, maksud saya, nenek kamu?”
Bab Populer