Terjerat Gairah Pembantu Cantik
Dion mencondongkan tubuh, bicara santai, “Elisha juga jago masak, Nek. Kalau nanti Nenek sempat, harus coba makanannya.”
Nenek sekilas melirik Dion. “Memasak bagus. Tapi…”
Elisha otomatis menegakkan punggung. “Tapi apa, Nek?”
“Tapi bisa urus kamu, atau nggak?” kalimat itu terlontar begitu saja, datar, tajam, tapi menusuk.
Elisha membeku.
Dion langsung meraih tangan Elisha tanpa ragu. “Nenek, aku yang urus Elisha, bukan Elisha yang urus aku.”